Friday, 24 November 2017

Mengenal Unsur Hara Makro dan Mirkro


Mengenal Unsur Hara Makro dan Mikro.

Apa itu Unsur Hara Makro?


Unsur hara esensial yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak (Makro) antara lain :

Unsur hara makro primer : Nitrogen , Fosfor (P), Kalium (K)
Unsur hara makro skunder : Sulfur (S), Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).
Nitrogen

Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri.
Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman.
Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun.
Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.

Phospat (P)

Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
Merangsang pembungaan dan pembuahan.
Merangsang pertumbuhan akar.
Merangsang pembentukan biji.
Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel.
Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )

Kalium (K)

Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.
Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.

Kalsium (Ca)

Kalsium berperan sebagai pembentuk didinding sel tanaman. Kalsium juga berfungsi untuk mengeraskan bagian kayu tanaman, merangsang pertumbuhan akar halus, mempertebal dinding sel buah, dan merangsang pertumbuhan biji. Unsur hara ini dapat diperoleh dari pupuk kandang, juga dari penambahan kapur, baik kapur dolomit (CaCO³MgCO³), kalsit (CaCO³), maupun kalsium khlorida (CacCI²). Kekurangan kalsium pada tanaman menyebabkan penyakit fisiologis. Biasanya ditandai dengan gejala mirip serangan blossom and root. Gejala mudah dikenali lewat tanda-tanda khas yang tmpak dari daun hingga buahnya.

Magnesium (Mg)

Magnesium bermanfaat dalam penyusunan klorofil, mengaktifkan enzim yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, dan menambah kadar minyak pada tanaman. Unsur hara ini diperoleh dari pupuk kandang, kapur dolomit, kieserite (MgSO⁴.H²O), dan pupuk daun yang mengandung Mg. Kekurangan unsur magnesium pada tanaman menyebabkan klorosis (menguning) pada tulang-tulang daun yang sudah tua. Selain itu, warna daun akan berubah menjadi kuning dan muncul bercak-bercak coklat di permukaanya.

Sulfur (S)

Sulfur diperlukan tanaman untuk membantu pembentukan zat hijau daun, penyusunan perotein, dan vitaman. Selain diperoleh dari pupuk kandang, unsur hara ini juga bisa diperoleh dari penambahan pupuk buatan ZA, pupuk daun, dan pupuk multi-micro yang mengandung 5,3% sulfur. Jika tanaman kekurangan sulfur, pada daun-daunya akan muncul gejala klorosis (menguning).


  • Apa Itu Unsur Hara Mikro?


Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. contoh Unsur Hara Mikro atara lain Besi (Fe), Mangan (Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibdenum (Mo), Buron (B), dan Chlor (Cl)

Besi (Fe)

Besi berperan sebagai pembentuk klorofil, penyusun protein, dan penyusun enzim. Unsur hara ini diperoleh dari pupuk kandang dan pupuk kimia. Kekurangan unsur ini pada tanaman menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, daun berguguran, dan pucuk tanaman mati. Gejala yang mendahului kekurangan unsur Fe biasanya berupa menguningnya daun-daun muda dan tulang daun.

Mangan (Mn)

Mangan berfungsi sebagai katalisator berbagai enzim yang berperan dalam proses perombakan karbohidrat dan metbolisme nitrogen. Mangan bisa disuplai lewat pemberian pupuk daun yang mengandung Mn. Gejala kekurangan unsur mangan (Mn) pada tanaman tidak bisa diketahui secara langsung tanpa membawa sampel daun atau tanah ke laboratorium.

Molibdenum (Mo)

Molibdenum berperan pada penyerapan N, pengikatan N, asimilasi N, dan secara tidak langsung berperan di dalam pembentukan asam amino dan protein tanaman. Unsur ini dapat diperoleh melalui pengapuran. Gejala kekurangan unsur Mo pada tanaman tidak bisa langsung diketahui tanpa membawanya ke laboratorium terlebih dahulu.

Boron (B)

Boron berperan dalam pembentukan protein, pembentukan buah, dan perkembangan akar. Unsur hara ini dapat diperoleh dari pupuk kandang, borax atau borate, asam borate (H³BO³), dan pupuk mikro. Gejala kekurangan unsur boron pada tanaman biasanya ditandai dengan pembentukan cabang yang tumbuh sejajar berdampingan, ruas tanaman memendek, dan batang tanaman yang keropos, timbulnya garis-garis kuning hitam yang memutar pada buah, dan buah terlihat agak kerdil.

Seng (Zn)

Seng berfungsi sebagai katalisator dalam pembentukan protein, mengatur pembentukan asam indoleasetik (Asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman), dan berperan aktif dalam transformasi karbihidrat. Unsur ini bisa dusuplai lewat pupuk daun yang mengandung unsur seng (Zn). Kekurangan unsur Zn tidak berarti bagi tanaman.

Tembaga (Cu)

Elemen dalam pembentukan vitamin A, dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil. Biasanya, unsur hara ini disuplai dari pupuk daun yang mengandung tembaga (Cu). Kekurangan unsur temabaga (Cu) menyebabkan tanaman tidak tumbuh sempurna (kerdil) dan pembentukan bunga atau buah sering gagal.

Khlor (Cl)

Khlor dibutuhkan pada proses fotosintesis, terutama berkaitan langsung dengan osmosis di dalam sel tanaman. Kekurangan khlor sangat jarang terjadi karna unsur ini tersedia secara alami di dalam tanah. Gejala kekurangan khlor pada tanaman ditunjukan dengan munculnya bercak-bercak kuning di permukaan daun dan daun menjadi layu serta berwarna kuning.

Silahkan BAGIKAN jika bermanfaat!

Thursday, 23 November 2017

Cara Semai Benih Yang Baik

Cara Semai Benih Yang Baik



Hai sahbun,, senang rasanya saya terus berbagi.. Sudah tahu dong apa yang ingin saya bagikan??
Yupss!! Kali ini saya ingin berbagi bagaimana cara menyamai benih yang baik. 
Melakukan penyemaian adalah tahap awal sebelum kita memulai proses bertanam, bertani atau berkebun. Ini merupakan proses awal agar tanaman yang kita hasilkan dapat berkembang dengan baik, maka pada tahap awal inilah kita harus mempersiapkan benih atau bibit yang bagus dan unggul.

Bila cara semai benih tidak dilakukan dengan benar atau sekedar semai saja, maka bibit yang dihasilkan pun tidak akan baik sehingga bisa mengakibatkan hasil tanaman kurang bagus baik dari segi pertumbuhan maupun hasil.
Melakukan proses menyemai bibit agar mendapatkan tanaman yang unggul dan berkualitas sesungguhnya berlaku bagi semua tanaman yang menghasilkan seperti padi atau makanan popok sejenis, sayur-sayuran dan buah-buahan.
Persiapan Semai Benih yang Baik dan Benar
Pada proses awal terkadang mengalami masalah. Namun, bila tidak tekun dan sabar maka tanaman yang dihasilkan kurang lebih hanya 20% saja. Maka dari itu dalam memulai proses penyemaian bibit, Anda dituntut untuk sabar dan tekun. 
Sebagai persiapan awal, berikut tahapan yang harus lakukan untuk memulai cara semai benih yang baik dan benar:

1.    Memilih benih. Memilih benih adalah hal yang penting karena itu berkaitan erat dengan kualitas tanaman saat tumbuh nanti. Ketika memilih benih agar dapat yang baik, perhatikan kondisi cuaca, kelembaban, sinar dan suhu.
2.    Media tanam bisa menggunakan rockwool.
3.    Wadah untuk persemaian bisa menggunakan pot dari plastic atau tray pot.
4.    Lahan. Pilihlah lahan yang sesuai dengan keinginan bibit. Letakkan bibit pada lahan yang mendapat cukup sinar matahari tidak lebih tidak kurang. Hal ini bisa diakali dengan menutup bagian atap lahan dengan plastik.
Cara semai benih dengan media rockwool
Setelah persiapan semai benih selesai, langsung saja terapkan cara semai benih dengan media rockwool berikut:
1.    Siapkan rockwool lalu potong daduk kecil sesuai keinginan.
2.    Basahi rockwool.
3.    Susun rapi rockwool di atas baki atau tempat penyemaian.
4.    Lubangi masing-masing rockwool dengan tusuk gigi atau alat lainnya. Sesuaikan lubang dengan kebutuhan.
5.    Masukkan benih yang sudah dibasahi dengan tusuk gigi ke dalam lubang rockwool. Jangan terlalu dalam saat memasukkan ke lubang. Dan usahakan juga penempatan benih sesuai serat rockwool, untuk jalan akar.
6.    Cara semai benih selanjutnya dengan simpan benih tanaman yang sudah disemai ke tempat yang sejuk dan teduh. Biarkan hingga 1–4 hari agar benih sedikit pecah/sprout/tunas
7.    Cara semai benih terakhir yaitu setelah benih tanaman muncul daun 3-4 helai (atau sekitar10-14 hari), maka benih tanaman yang sudah tumbuh dewasa bisa dipindah ke tempat atau media selanjutnya yang lebih besar.
Demikian langkah atau cara semai benih dengan menggunakan media rockwool sederhana. Cara ini bisa dilakukan untuk bibit buah-buahan. Menggunakan media rockwool dirasa cukup bersih dibandingkan media tanah.
Semoga bermanfaat...
Salam hijau...

Cara Menanam Sledri Hidroponik


Hai sahbun,,
Kali ini saya ingin berbagi cara menanam sayur seledri atau biasa disebut sayur sop secara hidroponik.

1. Penyemaian
Benih seledri itu kecil banget sahbun. dan beraroma khas. Semai kali ini saya menggunakan 2 metan yaitu sekam bakar dan juga menggunakan flanel. Untuk penyemaian, bisa baca disini . Seledri agak sedikit berbeda dengan sayuran yang lain. Seledri cukup lama sprout, sekitar 5 hari sampai 14 hari. Pengalaman saya, yang kain flanel lebih duluan sprout dari pada sekam bakar.

Semai menggunakan kain flanel yang digulung
2. Pindah tanam dan pemberian nutrisi
Seledri membutuhkan 1260-1680 ppm dengan ph 6,5 dan masa panen mulai dari 120 hss.(bisa lebih cepat)
Cara pemberian nutrisi model saya, biasanya akan saya bagi berdasarkan hari panen nya dan bertahap. Hal ini dapat mengurangi botling atau ketuaan dan biasanya jika pemberian nutrisi ketinggian, maka tanaman akan bantet, kecil dan daun menjadi kaku berwarna hijau tua.
a. Untuk semai sampai berdaun 4 = belum ada nutrisi.
b. Untuk selanjutnya, saya naikin pelan-pelan, seminggu naik 100 ppm
c. Sampai sekarang , ppm seledri nya di kisaran 1000-1200 ppm saja

Ada yang beda seledrinya,, hemm

3. Hama
Hama yang menyerang daun sop yaitu kutu kebul, haduh,, banyak sekali. Sya sering bersihkan dengan mitesin atau pun dengan pestisida nabati dari bawang putih. Tak ketinggalan spidermite (ampun kali sama hama ni), dan ulat bulu, terus kutu seperti kutu kebul, tetapi berwarna hitam.

4. Panen
Seledri dipanen dengan memetik daun yang paling bawah dan sudah tua. Sejak mulai semai dan sampai saat ini seledri saya masih menghasilkan bahkan banyak banget anakan nya, saya sampai kejar2an ama seledri nya tuk mindahin anaknya. 

Wah,., enak juga ya sahbun. menanam seledri. Cukup beberapa biji akan menghasilkan banyak sekali anak,, jadi bisa diperbanyak tanpa biji. Sistem yang saya pakai di seledri ini masih sistem wick tapi tanpa sumbu, akar langsung menggenang saja di air nutrisi, berikut penampakannya:




anakan seledri nya udah mulai muncul.. rame yahh



Alhamdulillah..
gimana sahbun seru bukan? Kalo mau masak bi hun, saya bisa ambil daun sop dan sawi manis nya di kebun mini super duper saya,,hehehe.. Tidak sulit bukan?!
Mari mulai menanam sayaur, hijaukan rumah kita, dan mulailah dari hal kecil. Menanam tidak harus mahal kan?

Wassalam